Pijakan Jejak..

Sunday, October 24, 2010

Home » » Makna Guratan Peristiwa Alam 0
Comment

Makna Guratan Peristiwa Alam


Jikalau kita memikirkan tidak terasa begitu berlalunya masa perjalanan alam yang sudah cukup tua dengan segala peristiwanya ini, memberikan gambaran yang sangat urgen sekali bagi kita untuk dijadikan sebagai ibrah dalam menjalani hidup. Kalau kita baca sejarah umat-umat terdahulu, bagaimana perilaku mereka dengan segala akibat yang ditimbulkannya, di mana pada intinya siapapun yang mau mengikuti petunjuk para rasul, maka mereka akan mendapatkan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Namun, sebaliknya, barangsiapa yang ingkar, maka adzabpun akan menimpanya. Dan itu semua berlaku bagi siapapun dengan tidak pandang bulu.

Coba kita lihat betapa sombong dan ingkarnya Fir'aun atau Ramses IV yang hidup pada masa Nabi Musa. Kesombongannya itu dikarenakan kekuasaannya yang luas dan kuat, sehingga ia mengakui dirinya sebagai Tuhan yang harus disembah oleh rakyatnya. Penindasan dan kesewenangannya membuat rakyatnya ciut tak bernyali. Bahkan, Nabi Musa yang diutus oleh Allah untuk kaumnya, dikejar-kejar untuk dibunuh. Pada akhirnya, ketika Nabi musa merasa sudah tak lagi mampu meredam keingkaran fir'aun, maka Allah SWT pun menurunkan adzabNya.

Demikian juga Qorun yang yang gemar menimbun harta kekayaan yang akhirnya mati tertimbun oleh harta kekayaannya itu sendiri.

Berbagai peristiwa masa lalu tersebut, kiranya mampu menjadi pelajaran bagi kita agar tidak menyimpang dari ajaran dan syariat Allah SWT.

Maka dari itu, kita yang hidup di masa yang begitu banyak kemungkaran di sekitar kita, hendaknya hati-hati dalam melangkah dan tetap berpegang teguh terhadap tali-tali Allah. Apalagi karenanya pada akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa alam yang mencengangkan kita dengan segala bencananya yang ada. Dan itu semua memperingatkan kita agar lebih sadar dan peka terhadap diri dan sekitar, karena semua itu hanya mengandung dua kemungkinan, yakni adzab dan peringatan Allah untuk umat manusia agar mereka kembali kepada ajaranNya.

Dalam Q.S. Ar-Rum ayat 41 Allah memperingatkan:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِىْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِىْ النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِىْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ‏

 meaning: "Corruption has appeared on land and sea because of what men’s hands have wrought, that He may make them taste the fruit of some of their doings, so that they may turn back from evil."

Pada ayat lainpun Allah menyatakan:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّاْتِىَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ‌ يَوْمَٮِٕذٍ يَّصَّدَّعُوْنَ‏ .مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهٗ ‌ۚ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحاً فَلِاَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُوْنَۙ

meaning: "So set thy face to the service of the right religion before there comes the day from Allah for which there will be no averting. On that day mankind will split up into parts. Those who disbelieve will bear the consequences of their disbelief; and those who do righteous deeds prepare good for themselves," (Q.S. Ar-rum verse 43-44)
  
Berpijak pada ayat di atas, maka tiada lain yang mesti  kita koreksi selain diri kita masing-masing, dengan cara mengevaluasi diri lebih mendalam terhadap segala perilaku yang telah terjadi pada kita. Adakah kita sudah benar-benar dapat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di sekitar kita untuk kita jadikan pemicu semangat kepada kebaikan dan menahan diri dari segala bentuk kemungkaran? Semuanya hanya pribadi kita dan Allahlah yang tahu jawabannya.

Related Post

Share |

0 komentar:

Post a Comment

Photobucket Photobucket Photobucket
 
 

About Me

My photo
Bismillah. perkenalkan saya Zanck. saya masih seorang Pelajar yang sampai saat ini masih terus berusaha tuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Mau tahu saya lebih banyak,,,? Click this Out..