Pijakan Jejak..

Tuesday, December 28, 2010

Home » , , » Perayaan Natal Menurut Islam 4
Comment

Perayaan Natal Menurut Islam

Terlihat cukup sibuk apa yang dilakukan oleh sebagian ummat islam di Indonesia ketika menghadapi datangnya momen hari raya natal. Dan telah jelas pula bahwa hari tersebut mempunyai latar belakang dan sejarah yang tidak ada sesuainya sama sekali dengan islam. Namun, realitanya tidak sedikit dari kalangan muslim ikut berpartisipasi dan merayakan hari raya tersebut.

Merujuk pada fatwa MUI pada 7 maret 1981 tentang “Perayaan Natal Bersama”. Maka, dapat digambarkan bahwa fenomena tersebut terbukti dengan ikut sertanya sebagian orang islam yang duduk pula dalam kepanitiaan Natal. Ada yang menjadi tukang parkirnya sebuah gereja yang melangsungkan perayaan Natal, padahal semestinya tenaganya itu lebih dibutuhkan kepada saudara-saudara muslim lainnya. Adapula sebagian karyawan muslim dari sebuah tempat perbelanjaan yang ikut memeriahkan Natal dengan memakai atribut-atribut khas Natal. Ketika ditanyakan kenapa? Rasionalisasinya bahwa yang demikian itu adalah tuntutan pekerjaan yang harus dijalani.

Selain dari pada itu, termasuk pula kalimat ucapan “Selamat Natal” yang dengan tulusnya dilontarkan oleh seorang muslim kepada orang kristen. Maka, itu artinya bahwa seorang muslim yang tadi itu mendukung dan meyakini keyakinan yang mereka anut. Dan dengan secara tidak langsung itu adalah perbuatan syirik yang diharamkan.

Sungguh, miris sekali apa yang kita rasakan dengan mengemukanya fenomena semacam itu. Dengan dalih toleransi dan harmonisasi akan kerukunan antarummat beragama mesti menggadaikan aqidah yang haq dan mencampuradukkannya pula dengan aqidah yang lain. Dan ada pula yang lebih memprihatinkan lagi dengan menyalahartikannya sebagai suatu perayaan yang sama seperti saat umat islam merayakan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Berpijak pada statement di atas, maka dapat dikritisi bahwa Natal merupakan sebuah ritual peribadatan orang Kristen. Sedangkan Islam dengan jelas memerintahkan umatnya agar tidak mencampuradukan aqidah dan ibadahnya dengan aqidah dan ibadah agama lain. Pernyataan di atas ditegaskan oleh Q.S. Al-Kafiruun ayat 1-6, yang artinya: 
 
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku."”

Dengan pandangan Islam semacam itu, bukan berarti Islam juga membatasi secara radikal ruang gerak dimensi sosial antarumat beragama dalam berinteraksi. Justru, Islam memposisikannya pada situasi yang serba adil dengan memperbolehkan bekerja sama dan bergaul dengan umat agama lain dalam masalah yang berhubungan dengan keduniaan saja.

Oleh karena itu, wahai saudara muslim sekalian marilah senantiasa kita menambah kadar keimanan dan taqwa kita kepada Allah swt., sehingga kita mampu menjaga aqidah dan memfilter segala intervensi-intervensi yang sedikit demi sedikit mampu melucuti aqidah Islam dari dada-dada kita yang nantinya berujung pada tataran syirik. Dan syirik merupakan suatu kedzaliman yang sangat besar.
 
Jadi, ketahuilah bahwa mengikuti perayaan Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya adalah haram. Tidak berpartisipasi pada perayaan tersebut bukan berarti memutus rantai persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama. Justru, kesucian aqidah dan agama yang dianut oleh masing-masing umat beragama tetap terjaga. Dan tidak perlu ada percampuradukkan aqidah segala, apalagi ikut-ikutan dalam pelaksanaan ibadah agama lain. Na’udzubillah,,,

Semoga Allah senantiasa menjaga diri dan aqidah kita bersama. Amin.



 

Related Post

Share |

4 komentar:

Skydrugz said...

Begitu ya...

Asosiasi Penulis Islam said...

ternyata bahaya juga ya,, aqidah kita ni yang dipertaruhkan.. :a3

R-Wasp said...

Yg beginian emang dilematis. Di satu sisi itu berpotensi menggoyang akidah. Tapi di sisi lain pelakunya berdalih bahwa mereka hanya mencari nafkah & ga sampe melaksanakan ritualnya

Zanck said...

Kalau mau Allah bisa menggantinya dengan yang lebih baik..

Post a Comment

Photobucket Photobucket Photobucket
 
 

About Me

My photo
Bismillah. perkenalkan saya Zanck. saya masih seorang Pelajar yang sampai saat ini masih terus berusaha tuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Mau tahu saya lebih banyak,,,? Click this Out..